Bahasa Indonesia
sebagai Lambang Kebanggaan Nasional
Dikatakan
sebagai Lambang Kebanggaan Nasional, karena Bahasa Indonesia mencerminkan
nilai-nilai social budaya yang mendasari rasa kebangsaan kita. Atas dasar
kebanggaan ini, bahasa Indonesia kita pelihara dan kita kembangkan serta rasa
kebanggaan pemakainya senantiasa kita bina.
Bahasa
Indonesia sebagai Lambang Identitas
Nasional
Dikatakan
sebagai Lambang Identitas Nasional, Bahasa Indonesia kita junjung disamping
bendera dan lambang Negara kita. Di dalam melaksanakan fungsi ini bahasa
Indonesia tentulah harus memiliki identitasnya sendiri pula sehingga ia serasi
dengan lambang kebangsaan kita yang lain. Bahasa Indonesia dapat memiliki
identitasnya hanya apabila masyarakat pemakainya membina dan mengembangkannya
sedemikian rupa sehingga bersih dari unsur-unsur bahasa lain.
Fungsi-fungsi
bahasa Indonesia sebagai bahasa negara
Bahasa negara sama saja dengan
bahasa nasional atau bahasa persatuan artinya bahasa negara merupakan bahasa
baku yang sering digunakan pada kesempatan yang formal.
Fungsi bahasa Indonesia sebagai
bahasa Negara yaitu :
- Bahasa Indonesia sebagai
bahasa resmi kenegaraan.
Berfungsi sebagai bahasa Negara dibuktikan
dengan digunakannya bahasa Indonesia dalam naskah proklamasi kemerdekaan RI
1945. Mulai saat itu dipakailah bahasa Indonesia dalam segala upacara,
peristiwa, dan kegiatan kenegaraan baik dalam bentuk lisan maupun tulis.
- Bahasa Indonesia sebagai alat
pengantar dalam dunia pendidikan.
Berfungsi sebagai bahasa pengantar
di lembaga pendidikan dari taman kanak-kanak, maka materi pelajaran yang
berbentuk media cetak juga harus berbahasa Indonesia. Hal ini dapat dilakukan
dengan menerjemahkan buku-buku yang berbahasa asing atau menyusunnya sendiri.
Cara ini akan sangat membantu dalam meningkatkan perkembangan bahasa Indonesia
sebagai bahasa ilmu pengetahuan dan teknolologi (iptek).
- Bahasa Indonesia sebagai
penghubung pada tingkat Nasional untuk kepentingan perencanaan dan
pelaksanaan pembangunan serta pemerintah.
Berfungsi
sebagai bahasa
dalam hubungan antar badan pemerintah dan penyebarluasan informasi kepada
masyarakat. Sehubungan dengan itu hendaknya diadakan penyeragaman sistem
administrasi dan mutu media komunikasi massa. Tujuan agar isi atau pesan yang
disampaikan dapat dengan cepat dan tepat diterima oleh masyarakat.
- Bahasa Indonesia Sebagai
pengembangan kebudayaan Nasional, Ilmu dan Teknologi.
Berfungsi sebagai bahasa penyebaran
ilmu pengetahuan dan teknologi, baik melalui buku-buku pelajaran, buku-buku
populer, majalah-majalah ilmiah maupun media cetak lainnya. Karena sangatlah tidak
mungkin bila suatu buku yang menjelaskan tentang suatu kebudayaan daerah,
ditulis dengan menggunakan bahasa daerah itu sendiri, dan menyebabkan orang
lain belum tentu akan mengerti.
Saya setuju bahasa dikatakan Indah, Produktif dan
Dinamis
- Dikatakan Indah
Karena Bahasa bahasa itu memiliki
kandungan nilai, rama, dinamik dan tempo.
contohnya pantun cinta :
Tak selalu jalan rata,
adakalanya berkelok tak rata.
aku tak lihai merangkai kata,
namun aku sanggup membuatmu cinta.
adakalanya berkelok tak rata.
aku tak lihai merangkai kata,
namun aku sanggup membuatmu cinta.
- Dikatakan Produktif
Karena bahasa itu mampu menghasilkan kata terus
menerus.
contohnya huruf : B / U / A / T
dengan empat huruf itu bisa menghasilkan banyak kata :
BUAT, BAUT,
BUTA, BATU
- Dikatakan Dinamis
Karena bahasa itu dapat mengalami perubahan dari
waktu-kewaktu.
contohnya :
Soerabaya sekarang menjadi Surabaya
Menyuci sekarang menjadi Mencuci
Keterampilan Berbahasa
|
||
Lisan
|
Tulis
|
Sifat
|
Menyimak
|
Membaca
|
aktif
reseptif
|
Berbicara
|
Menulis
|
aktif
produktif
|
Sehubungan
dengan penggunaan bahasa, terdapat empat keterampilan dasar bahasa, yaitu
menyimak, berbicara, membaca, dan menulis.
Menyimak adalah keterampilan
berbahasa yang bertujuan memahami pesan (reseptif) dalam bahasa lisan.
Membaca adalah keterampilan
berbahasa yang bertujuan memahami pesan (reseptif) dalam bahasa tulisan.
Berbicara adalah keterampilan
berbahasa yang bertujuan menyampaikan pesan dalam bahasa lisan.
Menulis adalah keterampilan
berbahasa yang bertujuan menyampaikan pesan dalam bahasa tulisan.
Pidato
Bung Tomo 10 November 1945
Merdeka….
Saudara-saudara
rakyat jelata di seluruh Indonesia, terutama saudara-saudara penduduk Kota
Surabaya.
Kita
semuanya telah mengetahui bahwa hari ini tentara Inggris telah menyebarkan
pamflet-pamflet yang memberikan suatu ancaman kepada kita semua.
Kita
diwajibkan untuk dalam waktu yang mereka tentukan menyerahkan senjata-senjata
yang telah kita rebut dari tanganya tentara Jepang, mereka telah minta supaya
kita datang kepada mereka itu dengan mengangkat tangan.
Mereka
telah minta supaya kita semua datang kepada mereka itu dengan membawa bendera
putih tanda bahwa kita menyerah kepada mereka.
Saudara-saudara…..
Dalam
pertempuran-pertempuran yang lampau, kita sekalian telah menunjukken bahwa
rakyat Indonesia di Surabaya, pemuda-pemuda yang berasal dari Maluku,
pemuda-pemuda yang berasal dari Sulawesi, pemuda-pemuda yang berasal dari pulau
Bali, pemuda-pemuda yang berasal dari Kalimantan, pemuda-pemuda dari seluruh
Sumatera, pemuda Aceh, pemuda Tapanuli dan seluruh pemuda Indonesia yang ada di
Surabaya ini.
Di dalam pasukan-pasukan mereka masing-masing, dengan
pasukan-pasukan rakyat yang dibentuk di kampung-kampung, telah menunjukken satu
pertahanan yang tidak bisa dijebol, telah menunjukken satu kekuatan hingga
mereka terjepit dimana-mana.
Hanya
karena taktik yang licik dari pada mereka itu, dengan mendatangkan Presiden dan
pemimpin-pemimpin yang laennya ke Surabaya ini, maka kita tunduk untuk
memberhentikan pertempuran. Tetapi pada masa itu mereka telah memperkuat diri,
dan setelah kuat, sekarang inilah keadaannya.
Saudara-saudara…..
Kita
semuanya, kita bangsa Indonesia yang ada di Surabaya ini akan menerima
tantangan tentara Inggris itu, dan kalau pimpinan tentara Inggris yang ada di
Surabaya ingin mendengarkan jawaban rakyat Indonesia, ingin mendengarkan
seluruh jawaban pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini.
Dengarkanlah
ini tentara Inggris, ini jawaban kita, ini jawaban rakyat Surabaya, ini jawaban
pemuda Indonesia kepada Kau sekalian.
Hei tentara
Inggris,…Kau menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera putih untuk takluk
kepada mu,…Kau menyuruh kita mengangkat tangan datang kepada mu,…Kau menyuruh
kita untuk membawa senjata-senjata yang telah kita rampas dari tentara
Jepang,…untuk diserahkan kepada mu,…
Tuntutan
itu,,,….walaupun kita tau bahwa kau sekalian mengancam kita,….engkau mengempur
kita dengan seluruh kekuatan yang ada,….tetapi inilah jawaban kita,…
Selama banteng-banteng
Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih
merah dan putih,…maka selama itu tidak akan kita mau menyerah kepada siapapun.
Saudara-saudara…..rakyat
Surabaya
Siaplah !
keadaan genting ! tetapi saya peringatkan sekali lagi
Jangan
mulai menembak, baru kalau kita ditembak
Maka kita
akan ganti menyerang mereka itu, kita tunjukkan bahwa kita adalah benar-benar
orang yang ingin merdeka. Dan untuk kita saudara-saudara, lebih baik kita
hancur lebur daripada tidak merdeka.
Semboyan
kita tetap: Merdeka atau Mati! dan kita yakin saudara-saudara pada
akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ketangan kita, sebab Allah selalu
berada di pihak yang benar.
Percayalah
Saudara-saudara sekalian Tuhan akan melindungi kita sekalian,…
Allahu
Akbar……. Allahu Akbar……. Allahu Akbar…….
Merdeka…………..
Persamaan
semangat nasionalisme para pemuda
Indonesia
Sama-sama menginginkan Bangsa Indonesia menjadi bangsa
yang besar, berdaulat adil dan makmur sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945.
Perbedaan semangat nasionalisme para pemuda Indonesia
Dahulu semangat nasionalisme pemuda yang ada adalah
semangat untuk menjadikan Indonesia yang merderka tidak lagi dijajah oleh
bangsa lain.
Tapi sekarang semangat nasionalisme pemuda yang ada
adalah semangat untuk menjadikan Indonesia menjadi negara yang makmur, adil dan
bermartabat sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.
